7 Kesalahan Umum Dalam Hubungan
| 7 Kesalahan Umum Dalam Hubungan ...... | |||
|
Bagi
beberapa orang, menjalin hubungan dengan lawan jenis merupakan hal yang
mudah. Namun tidak sedikit orang yang mengalami masalah serius dalam
hal ini, yang sebagian besar disebabkan karena kurangnya pemahaman yang
benar. Berikut ini 7 kesalahan umum yang sering terjadi: 1. Kita salah mengartikan perhatian dari lawan jenis Seringkali dibawah tekanan rasa frustasi atau putus asa yang sering dialami saat kita ingin memiliki pasangan atau menikah, banyak para single yang bereaksi secara berlebihan terhadap perhatian apapun dari lawan jenis, terutama jika seseorang tampak menarik bagi mereka. Misalnya, jika seorang pria melihat seorang wanita dua kali, wanita itu bisa berpikir bahwa pria ini menyukainya. Sedangkan jika seorang wanita menghampiri seorang pria dan duduk bersamanya dalam suatu acara, pria ini berpikir wanita itu memberinya "lampu hijau". Kesalahan dalam mengartikan perhatian inilah yang sering menjadi masalah utama bagi para lajang pria dan wanita untuk memiliki hubungan pertemanan atau persaudaraan yang murni. Keduanya lebih memilih untuk berjaga-jaga, mengamati dan mengartikan sinyal-sinyal, daripada berpikir bahwa mereka dapat menikmati percakapan dan keberadaan sebagai teman tanpa ketertarikan romantis. Banyak
single bahkan menikmati untuk mengirim sinyal-sinyal kepada
orang lain lalu di kemudian hari menyangkalnya. Bagaimanapun juga,
sikap tersebut lahir dari ego mereka, dengan berasumsi bahwa orang itu
sudah berada di dalam pengaruhnya, dan berpikir mungkin satu saat
mereka dapat mendekati orang tersebut, meskipun sebenarnya mereka tidak
merasa benar-benar tertarik. Mereka menyamarkan tindakannya dengan
mengatakan pada semua orang, bahkan juga di depan orang yang
bersangkutan bahwa mereka hanya berteman, agar perkataan itu dapat
dipakai sebagai dalih jika mereka ingin menjauh dari hubungan tersebut.
Sinyal-sinyal yang mereka kirimkan benar-benar menyebabkan salah paham.
Dan tindakan tersebut jelas-jelas menyakiti hati orang lain dalam
proses memberi makan ego mereka. 2. Kita berharap terlalu banyak dan bertahan terlalu lama dalam suatu hubungan Bantulah dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu mempunyai ketergantungan emosional yang kita sebut "cinta" atau bahkan mengakui bahwa kamu benar-benar mencintai seseorang. Namun akuilah dengan penuh kesadaran bahwa kamu sedang menjalani hubungan yang salah dan keluarlah dari sana. Bagaimana kamu bisa keluar? Dengan mengambil langkah tegas. Jika kamu sedang berada dalam suatu hubungan dan diperlakukan dengan tidak hormat, sembrono, atau tidak sepantasnya, maka itu adalah tanda bahwa kamu sudah bertahan terlalu lama dan berharap terlalu banyak. Jika kamu berharap dia akan berubah, berarti kamu tidak tahu banyak tentang kecenderungan manusia. Selama dia bisa tetap menjalani hubungan ini dengan memperlakukanmu seenaknya, sepertinya sikapnya tidak akan berubah. Jika kamu tidak bahagia dengan perlakuan yang kamu terima dari seseorang sebelum menikahinya, yakinilah bahwa setelah menikah, perlakuan yang kamu terima akan sama bahkan lebih buruk. 3. Kita tidak selalu pintar membaca sinyal berbahaya dalam suatu hubungan Seringkali
para single memiliki pilihan-pilihan yang buruk dalam beberapa hubungan
yang mereka jalani. Namun kelihatannya mereka tidak bisa melihat
sinyal-sinyal yang berbahaya, bahkan sering kali mereka memang tidak
mau melihatnya. Ingatlah bahwa saat emosi kita terlibat dalam suatu
situasi, kita bisa sangat mudah kehilangan perspektif. Kamu tidak dapat
mempercayai emosi. Karena begitu emosi mengalir dan perasaan-perasaan
romantis mulai memenuhi kepalamu, kamu dapat kehilangan perspektif
dalam waktu singkat. Inilah beberapa sinyal yang berbahaya:
Jika
satu orang dalam sebuah hubungan mempunyai prioritas yang lebih tinggi
dalam kehidupan rohani dibanding pasangannya, ini adalah sebuah sinyal
yang benar-benar berbahaya dan tidak seharusnya diabaikan. Biasanya
jika kamu terlibat dengan seseorang yang "temperatur"
rohaninya dibawahmu, kamu tidak akan membawa mereka naik ke levelmu,
tapi kamu yang akan turun ke level mereka. Hal ini sudah sangat sering
terjadi. | |||
P.S:
ada beberapa point yg gua kurang setuju sih (n i'm not gonna tell u which one), tapi karna ini ngutip, jadi mesti 1 article kalo ga ga jadi 7... hehehehehe... point2 ini di-filter menurut kepercayaan dan pandangan masing2 aja... juz something to think about :) God blez...

Banyak
single bahkan menikmati untuk mengirim sinyal-sinyal kepada
orang lain lalu di kemudian hari menyangkalnya. Bagaimanapun juga,
sikap tersebut lahir dari ego mereka, dengan berasumsi bahwa orang itu
sudah berada di dalam pengaruhnya, dan berpikir mungkin satu saat
mereka dapat mendekati orang tersebut, meskipun sebenarnya mereka tidak
merasa benar-benar tertarik. Mereka menyamarkan tindakannya dengan
mengatakan pada semua orang, bahkan juga di depan orang yang
bersangkutan bahwa mereka hanya berteman, agar perkataan itu dapat
dipakai sebagai dalih jika mereka ingin menjauh dari hubungan tersebut.
Sinyal-sinyal yang mereka kirimkan benar-benar menyebabkan salah paham.
Dan tindakan tersebut jelas-jelas menyakiti hati orang lain dalam
proses memberi makan ego mereka.
Seringkali
para single memiliki pilihan-pilihan yang buruk dalam beberapa hubungan
yang mereka jalani. Namun kelihatannya mereka tidak bisa melihat
sinyal-sinyal yang berbahaya, bahkan sering kali mereka memang tidak
mau melihatnya. Ingatlah bahwa saat emosi kita terlibat dalam suatu
situasi, kita bisa sangat mudah kehilangan perspektif. Kamu tidak dapat
mempercayai emosi. Karena begitu emosi mengalir dan perasaan-perasaan
romantis mulai memenuhi kepalamu, kamu dapat kehilangan perspektif
dalam waktu singkat.
Di
sinilah kita harus waspada terhadap filosofi dunia yang berusaha
mempengaruhi pikiran kita tentang aspek fisik dalam sebuah hubungan.
Saat kita menganggap bahwa
hubungan seks sebelum menikah adalah wajar, kita akan berakhir seperti
dunia.
Tidakkah mengagumkan bahwa Tuhan kita sanggup berurusan dengan segala perbedaan dan "keanehan" kita? Dia tidak mencari "robot"
Kristen yang mempunyai penampilan dan perilaku yang mirip dalam semua
hal. Kita memang mempunyai prinsip-prinsip Firman yang sama untuk
diterapkan dalam kehidupan kita, namun di antara prinsip-prinsip
tersebut, terdapat banyak ruang untuk keunikan individual dan
kepribadian.
gw tebak deh.. jangan2 loe gak setuju ama point yang berhubungan fisik yah? karna.. loe pengen!! hahahha.. jk..
Posted by: Daniz | July 26, 2007 04:37 PM
hahahahahahaahhaa... tau aja lu,nisss.. =p
Posted by: Henny | July 27, 2007 09:40 AM